Ribuan ubur-ubur beracun sejak akhir
pekan lalu muncul di Kawasan objek wisata Pantai Parangtritis, Kretek,
Bantul. Ratusan orang tersengat, meski tidak membahayakan namun
sejumlah pengunjung pingsan akibat tidak tahan dengan pengaruh racun
hewan mirip gelembung itu.
Sekretaris SAR Parangtrtis Taufik Faqi
Oesman mengatakan, ubur-ubur tersebut mulai muncul, Jumat (15/6) pekan
lalu. Saat itu ribuan ubur-ubur menyembul ke permukaan air, paling
banyak kemunculan ubur-ubur terjadi selepas tengah hari hingga sore.
“Selama ini memang belum ada kasus
disengat ubur-ubur sampai berakibat vatal. Kebanyakan pingsan, tetapi
bila dibiarkan dan pingsan saat bermain air menjadi sangat berbahaya,”
terang Taufik di kantor SAR Parangtritis, Senin (18/6).
Setiap kemunculan ubur-ubur
kadang-kadang tanpa disadari pengunjung, terutama ketika sedang bermain
air. Tanpa disadari tahu-tahun tersengat dan terasa gatal. “Bentuknya
seperti gelembung, bila menyatu dengan air kadang tidak terlihat
jelas,” ujarnya.
Menghadapi kemunculan ribuan ubur-ubur
SAR siaga di pos untuk memberikan pertolongan kepada korban sengatan
ubur-ubur. Terkait lamanya waktu munculnya ubur-ubur, tidak bisa
dipredeksi. “Biasanya akan berlangsung lama,” ungkap Taufik.
(krjogja.com)




