Saat berada dalam pesawat menuju Qatar beberapa waktu lalu, Robin van
Persie dan rekan-rekannya terlihat mengenakan baju bergambar tokoh
kartun, Bugs Bunny. Rupanya pilihan baju aneh anak buah Alex Ferguson
ini masih berlanjut saat mereka menjalani latihan di Doha. Menurut Daily
Mail, motif kotak-kotak hitam putih di kaus yang mereka kenakan membuat
jersey itu terlihat seolah terbuat dari lap makan.
Rabu, 23 Januari 2013
Sabtu, 19 Januari 2013
0 A Rafiq Meninggal dunia
JAKARTA
- Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu penyanyi
terbaiknya. Penyanyi dangdut A Rafiq hari ini dikabarkan telah tutup
usia.
Kabar tersebut didapatkan dari Faresh Al Faouz, anak A Rafiq,
melalui pesan singkat "Bokap gue tadi meninggal di RS Medistra".
Sejumlah musisi pun yang kedapatan broadcast tersebut, menyebarkannya
melalui blackberry messanger.
Saat dikonfirmasi, Faresh mengaku
tengah menuju RS Medistra tempat A Rafiq. Dikabarkan, A Rafiq menderita
sakit diabeter dan jantung, seperti dituliskan Surya Aka Syahnagra,
Humas DPP PAMMI di halaman facebooknya.
Faresh sendiri, belum dapat memastikan perihal penyakit yang diderita
ayahnya itu. Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut perihal
kabar meninggalnya penyanyi dangdut senior tersebut. (okezone/19/1/13)
0 Kegunaan mengejutkan dari soda
Soda
sering disebut sebagai minuman yang tidak menyehatkan bagi tubuh.
Meskipun demikian, ternyata soda juga memiliki kegunaan yang
mengejutkan. Seperti apa? Simak selengkapnya sebagaimana dilansir dari
Huffington Post berikut ini.
Mencegah asma
Ada beberapa laporan yang menyebutkan minum dua kaleng soda yang
berkafein mampu memperlambat serangan asma. Namun ingat, bukan berarti
soda bisa digunakan untuk menyembuhkan asma.
Membersihkan karat
Menyiramkan soda pada besi atau piranti lain yang berkarat juga bisa
membuatnya kinclong kembali seperti baru. Bagian yang berminyak pun
mampu dibersihkan dengan mudah dengan soda.
Menghilangkan noda darah
Kecil kemungkinan Anda berurusan dengan kecelakaan yang membuat tubuh
berlumuran darah. Namun jika jari tak sengaja teriris dan darah
berceceran di karpet, cobalah membersihkannya dengan soda.
Menyembuhkan sengatan ubur-ubur
Orang yang suka menyelam biasanya punya risiko tinggi tersengat
ubur-ubur. Jika Anda juga begitu, jangan lupa membawa soda untuk
menyembuhkan bagian yang tersengat ubur-ubur.
Membersihkan jendela
Segala macam bekas kotoran pada jendela konon bisa dibersihkan oleh
soda. Cukup rendam kain pada soda, diamkan beberapa menit sebelum
menyapukannya pada kaca jendela yang kotor.
Membersihkan bau sigung
Sigung merupakan jenis musang dengan bau busuk yang menyengat. Namun
bau busuk sigung yang menempel pada tubuh bisa dihilangkan dengan
menyemprotkan soda seperti parfum.
Mengasinkan steak
Suka
masak steak? Campurkan soda ke dalam bumbu daging bakar Anda. Cita rasa
daging steak yang sedap, empuk, sekaligus gurih bisa Anda dapatkan
dengan cara yang satu ini.
Membersihkan pantat wajan
Entah
itu wajan atau panci, segala jenis bekas gosong pada pantat perkakas
memasak bisa dibersihkan dengan soda. Caranya, tuang segelas soda pada
wajan atau panci, rebus selama 10 menit. Setelah itu, gosok dan bilas
bekas gosong pada pantat wajan.
Menyuburkan rumput
Punya
kebun di rumah? Coba saja siramkan campuran soda, bir, deterjen, dan
cairan pencuci mulut. Rumput akan tampak lebih hijau dan subur.
Seseorang pun sudah pernah membuktikannya.
Memisahkan permen karet dari rambut
Sebal rasanya jika permen karet menempel pada rambut. Daripada
menggunakan minyak, pisahkan permen karet tersebut dengan memakai soda.
Selain aromanya lebih enak, permen karet pun akan cepat lepas dari
rambut.
Itulah berbagai kegunaan mengejutkan dari soda. Jika Anda masih ragu, tidak ada salahnya untuk mencobanya sendiri di rumah.
(merdeka/18/1/13)
0 Keuntungan mandi di malam hari
Apakah Anda sering malas mandi ketika pulang malam? Jangan lagi,
sebaiknya Anda tetap mandi di malam hari. Kenapa? Karena mandi di malam
hari memiliki beberapa keuntungan, seperti dilansir oleh Spark Life
(18/08/10) sebagai berikut.
1. Menyegarkan dan membuat santai
Mandi di malam hari membuat Anda lebih santai dan menenangkan pikiran.
Naik ke ranjang dalam keadaan tubuh segar dan bersih membuat tidur Anda
lebih nyenyak.
2. Waktu yang panjang
Semua orang akan mandi
di pagi hari, sehingga Anda harus mandi dengan cepat. Ini berbeda jika
Anda mandi di malam hari. Anda punya waktu yang lebih lama sehingga bisa
membersihkan tubuh dengan detail. Hasilnya, tentu saja tubuh Anda
menjadi lebih bersih dan tak ada bagian tubuh yang terlewat dibersihkan.
3. Mandi dengan pikiran tenang
Mandi di pagi hari bisa membuat stres karena terkadang Anda tidak
berkonsentrasi pada membersihkan tubuh, melainkan pada hal-hal yang akan
Anda lakukan hari itu. Di malam hari, Anda tak akan memikirkan hal-hal
tersebut, sehinga Anda bisa mandi lebih tenang.
4. Menurunkan tekanan darah
Menurut Buzzle.com, mandi di malam hari bisa menurunkan tekanan darah
dan menghindarkan Anda dari stres. Energi akan kembali, dan tubuh Anda
kembali santai.
5. Memulihkan ketegangan otot
Setelah
seharian beraktivitas, otot-otot tubuh Anda bisa tegang dan kaku. Mandi
di malam hari, terutama dengan air hangat, bisa mengendurkan otot yang
kaku. Tubuh pun terasa lebih ringan, dan pegal-pegal di tubuh Anda
hilang.
Jika tak suka mandi dengan air dingin di malam hari,
Anda bisa menggunakan air hangat. Efeknya juga akan lebih baik untuk
tubuh. Apakah Anda lebih suka mandi di siang hari atau malam hari?
Minggu, 30 Desember 2012
0 Pendapatan di Clixsense
ClixSense Standard Member
Keuntungan utama di Clixsense, dengan jadi Member Premium kita akan dapat komisi dari 8 LV member yang upgrade ke Premium. Setiap kali referral LV1 kita meng-upgrade ke Premium, kita akan segera dibayar $ 2,00! Jika kita adalah Member Premium dan referal kita mengajak orang lain yang juga meng-upgrade, kita akan dibayar $ 1,00 untuk setiap upgrade melalui 8 LV. Ini bisa didapat dengan menupgrade membership kita dengan biaya $17/tahun.

- Klik Iklan: $ 0.01 - $ 0.04 / hari. Anggota aktif dapat memperoleh hingga $ 14.60 / tahun.
- Program Afiliasi: Dapatkan komisi upgrade dari referral LV1.
- ClixGrid Game: Hadiah $ 0,10 hingga $ 5,00. 25 kesempatan perhari.
- Task: 100s untuk 1000s tugas yang mudah tersedia. Kita dibayar $ 0,03 keatas untuk setiap Task.
- Offer: Penawaran nilai berkisar dari <$ 1 keatas.
Keuntungan utama di Clixsense, dengan jadi Member Premium kita akan dapat komisi dari 8 LV member yang upgrade ke Premium. Setiap kali referral LV1 kita meng-upgrade ke Premium, kita akan segera dibayar $ 2,00! Jika kita adalah Member Premium dan referal kita mengajak orang lain yang juga meng-upgrade, kita akan dibayar $ 1,00 untuk setiap upgrade melalui 8 LV. Ini bisa didapat dengan menupgrade membership kita dengan biaya $17/tahun.
- Klik Iklan: $ 0.04 - $ 0.08 / hari. Anggota aktif dapat memperoleh hingga $ 29,20 / tahun.
- Program Afiliasi: Mendapatkan komisi ketika referral kita meng-upgrade membershipnya. Mendapatkan komisi upgrade sampai dengan 8 level!
- ClixGrid Game: Hadiah $ 0,10 hingga $ 5,00. 50 kesempatan perhari dengan waktu iklan 5 detik/iklan.
- Task: 100s untuk 1000s tugas yang mudah tersedia. Kita dibayar $ 0,03 keatas untuk setiap Task.
- Offer: Penawaran nilai berkisar dari <$ 1 keatas.
Senin, 03 Desember 2012
0 Kisah Seorang Sahabat
3 Desember 2012 kisah nyata
Maaaaap, saya lagi ketimpa musibah...
kronologinya :
Sekitar jam 1siang saya mau anter barang cust gak jauh dari rumah sekitar 1km dari rumah. Pas di jl.Taman Bahagia posisi motor saya sudah berada di paling kiri jalan dan dalam kondisi tidak ngebut sekitar 20km/jam tiba tiba dari arah berlawanan ada sepeda motor yang tidak berplat nomor polisi dan tidak menggunakan helm pengaman mengambil jalur saya, pengendara motor yang bertindik dan bertattoo tersebut menabrak motor saya.
Saya langsung terjatuh, Alhamdulillah saya tidak mengalami luka sedikit pun. mungkin karena saya tidak mengendarai motor dengan kecepatan tingggi. Refleks saya langsung bangun dan meneriaki pengendara tersebut, pengendara tersebut berjarak sekita 20m dari saya kemudia dia datang dengan mengatakan "kau yang nabrak aku" Dengan tampang yang bringas dan hendak memukul saya juga mencaci saya dengan kata kata kasar, Saya membela diri dengan mengatakan kalau saya tidak salah, pengendara tersebut semakin marah dan hendak memukul saya.
Di tempat kejadian banyak yang menonton tetapi yang menolong saya hanya dua orang laki laki dan satu orang wanita yang menurut saya itu adalah ibu si pengendara tersebut.
Dengan pertimbangan keselamatan diri, akhirnya saya bergegas pergi dari tempat kejadian dan langsung menuju ke kantor polisi terdekat (jl.sunaryo) dengan maksud ingin melapor untuk mendapatkan perlindungan, setibanya saya d sana, saya langsung menceritakan kejadian yang baru saja saya alami dan pak polisi mengatakan "saya salah alamat" saya di suruh lapor ke lakalantas. saya minta nomor telpon lakalantas tapi mereka tidak memberikan dengan alasan mereka tidak tahu. Akhirnya dengan kondisi gemetaran saya pulang kerumah...
Jujur sebagai manusia saya tidak terima di intimidasi / secara mental / fisik. wea,
Maaaaap, saya lagi ketimpa musibah...
kronologinya :
Sekitar jam 1siang saya mau anter barang cust gak jauh dari rumah sekitar 1km dari rumah. Pas di jl.Taman Bahagia posisi motor saya sudah berada di paling kiri jalan dan dalam kondisi tidak ngebut sekitar 20km/jam tiba tiba dari arah berlawanan ada sepeda motor yang tidak berplat nomor polisi dan tidak menggunakan helm pengaman mengambil jalur saya, pengendara motor yang bertindik dan bertattoo tersebut menabrak motor saya.
Saya langsung terjatuh, Alhamdulillah saya tidak mengalami luka sedikit pun. mungkin karena saya tidak mengendarai motor dengan kecepatan tingggi. Refleks saya langsung bangun dan meneriaki pengendara tersebut, pengendara tersebut berjarak sekita 20m dari saya kemudia dia datang dengan mengatakan "kau yang nabrak aku" Dengan tampang yang bringas dan hendak memukul saya juga mencaci saya dengan kata kata kasar, Saya membela diri dengan mengatakan kalau saya tidak salah, pengendara tersebut semakin marah dan hendak memukul saya.
Di tempat kejadian banyak yang menonton tetapi yang menolong saya hanya dua orang laki laki dan satu orang wanita yang menurut saya itu adalah ibu si pengendara tersebut.
Dengan pertimbangan keselamatan diri, akhirnya saya bergegas pergi dari tempat kejadian dan langsung menuju ke kantor polisi terdekat (jl.sunaryo) dengan maksud ingin melapor untuk mendapatkan perlindungan, setibanya saya d sana, saya langsung menceritakan kejadian yang baru saja saya alami dan pak polisi mengatakan "saya salah alamat" saya di suruh lapor ke lakalantas. saya minta nomor telpon lakalantas tapi mereka tidak memberikan dengan alasan mereka tidak tahu. Akhirnya dengan kondisi gemetaran saya pulang kerumah...
Jujur sebagai manusia saya tidak terima di intimidasi / secara mental / fisik. wea,
Rabu, 17 Oktober 2012
0 Disaat Sholat, Imam Masjid Mendengar Jeritan Anaknya Yang Mau Tenggelam Di Laut"
Umur siapa yang tahu, demikian juga seorang pemuda, bagaimanapun kuatnya juga tak bisa mengelak dari hal tersebut.
Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah.
Pemilik kisah ini berkata:
Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak.
Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktuku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Tetapi meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku.
Inilah sekelumit dari kisah hidupku di masa lalu
Pada suatu hari, kami sekelompok pemuda bersepakat untuk pergi rekreasi ke laut. Kami berjumlah lima orang pemuda. Kami sampai di pagi hari, lalu membuat tenda di tepi pantai. Seperti biasanya kamipun menyembelih kambing dan makan siang. setelah makan siang, kamipun mempersiapkan diri turun ke laut untuk menyelam dengan tabung oksigen. sesuai aturan, wajib ada satu orang yang tetap tinggal di luar, di sisi kemah, hingga dia bisa bertindak pada saat para penyelam itu terlambat datang pada waktu yang telah ditentukan.
Akupun duduk, dikarenakan aku lemah dalam penyelaman. Aku duduk seorang diri di dalam kemah, sementara disamping kami juga terdapat sekelompok pemuda yang lain. Saat datang waktu shalat, salah seorang diantara mereka mengumandangkan adzan, kemudian mereka mulai menyiapkan shalat. Aku terpaksa masuk ke dalam laut untuk berenang agar terhindar dari kesulitan yang akan menimpaku jika aku tidak shalat bersama mereka. Karena kebiasaan kaum muslimin di sini adalah sangat menaruh perhatian terhadap shalat berjamaah dengan perhatian yang sangat besar, hingga menjadi aib bagi kami jika seseorang shalat fardhu sendirian.
Aku sangat mahir dalam berenang. Aku berenang hingga merasa kelelahan sementara aku berada di daerah yang dalam. AKu memutuskan untuk tidur diatas punggungku dan membiarkan tubuhku hingga bisa mengapung di atas air. Dan itulah yang terjadi. Secara tiba-tiba, seakan-akan ada orang yang menarikku ke bawah… aku berusaha untuk naik…..aku berusaha untuk melawan….aku berusaha dengan seluruh cara yang aku ketahui, akan tetapi aku merasa orang yang tadi menarikku dari bawah menuju ke kedalaman laut seakan-akan sekarang berada di atasku dan menenggelamkan kepalaku ke bawah.
Aku berada dalam keadaan yang ditakuti oleh semua orang. Aku seorang diri, pada saat itu aku merasa lebih lemah daripada lalat. Nafaspun mulai tersendat, darah mulai tersumbat di kepala, aku mulai merasakan kematian! Tiba-tiba, aku tidak tahu mengapa…aku ingat kepada ayahku, saudara-saudaraku, kerabat-kerabat dan teman-temanku… hingga karyawan di toko pun aku mengingatnya. Setiap orang yang pernah lewat dalam kehidupanku terlintas dalam ingatanku…semuanya pada detik-detik yang terbatas…kemudian setelah itu, aku ingat diriku sendiri..!.!!
Mulailah aku bertanya kepada diriku sendiri…apa engkau shalat? Tidak. Apa engkau puasa? Tidak. Apa engkau telah berhaji? Tidak. Apa engkau bershadaqah? Tidak. Engkau sekarang di jalan menuju Rabbmu, engkau akan terbebas dan berpisah dari kehidupan dunia, berpisah dari teman-temanmu, maka bagaimana kamu akan menghadap Rabb-mu? Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku memanggilku dengan namaku dan berkata: “Bangun dan shalatlah.” Suara itupun terdengar di telingaku tiga kali. Kemudian terdengarlah suara beliau adzan. Aku merasa dia dekat dan akan menyelamatkanku. Hal ini menjadikanku berteriak menyerunya dengan memanggil namanya, sementara air masuk ke dalam mulutku.
Aku berteriak….berteriak…tapi tidak ada yang menjawab. Aku merasakan asinnya air di dalam tubuhku, mulailah nafas terputus-putus. Aku yakin akan mati, aku berusaha untuk mengucapkan syahadat….kuucapkan Asyhadu…Asyhadu…aku tidak mampu untuk menyempurnakannya, seakan-akan ada tangan yang memegang tenggorokanku dan menghalangiku dari mengucapkannya. Aku merasa bahwa nyawaku sudah dalam perjalanan keluar dari tubuhku.
Akupun berhenti bergerak…inilah akhir dari ingatanku. Aku terbangun sementara kau berada di dalam kemah…dan di sisiku ada seorang tentara dari Khafar al Sawakhil (penjaga garis batas laut), dan bersamanya para pemuda yang tadi mempersiapkan diri untuk shalat.
Saat aku terbangun, tentara itu berkata:”Segala puji bagi Allah atas keselamatan ini.” Kemudian dia langsung beranjak pergi dari tempat kami. Aku pun bertanya kepada para pemuda tentang tentara tersebut. Apakah kalian mengenalnya? Mereka tidak mengetahuinya, dia datang secara tiba-tiba ke tepi pantai dan mengeluarkanmu dari laut, kemudian segera pergi sebagaimana engkau lihat, kata mereka.
Akupun bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian melihatku di air?” Mereka menjawab,”Sementara kami di tepi pantai, kami tidak melihatmu di laut, dan kami tidak merasakan kehadiranmu, kami tidak merasakannya hingga saat tentara tersebut hadir dan mengeluarkanmu dari laut.” Perlu diketahui bahwa jarak terdekat denga Markas Penjaga Garis Laut adalah sekitar 20 Km dari kemah kami, sementara jalannya pun jalan darat, yaitu membutuhkan sekitar 20 menit hingga sampai di tempat kami sementara peristiwa tenggelam tadi berlangsung dalam beberapa menit.
Para pemuda itu bersumpah bahwa mereka tidak melihatku. Maka bagaimana tentara tersebut melihatku? Demi Rabb yang telah menciptakanku, hingga hari ini aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai kepadaku. seluruh peristiwa ini terjadi saat teman-temanku berada dalam penyelaman di laut. Ketika aku bersama para pemuda yang menengokku di dalam kemah, HP-ku berdering. segera HP kuangkat, ternyata ayah yang menelepon. Akupun merasa bingung, karena sesaat sebelumnya aku mendengar suaranya ketika aku di kedalaman, dan sekarang dia menelepon?
Aku menjawab….beliau menanyai keadaanku, apakah aku dalam keadaan baik? Beliau mengulang-ulangnya, berkali-kali. Tentu saja aku tidak mengabarkan kepada beliau, supaya tidak cemas. Setelah pembicaraan selesai aku merasa sangat ingin shalat. Maka aku berdiri dan shalat dua rakaat, yang selama hidupku belum pernah aku lakukan. Dua rakaat itu aku habiskan selama dua jam. Dua rakaat yang kulakukan dari hati yang jujur dan banyak menangis di dalamnya.
Aku menunggu kawan-kawanku hingga mereka kembali dari petualangan. Aku meminta izin pulang duluan. Akupun sampai di rumah dan ayahku ada di sana. Pertama kali aku membuka pintu, beliau sudah ada di hadapanku dan berkata: “Kemari, aku merindukanmu!” Akupun mengikutinya, kemudian beliau bersumpah kepadaku dengan nama Allah agar aku mengatakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi padaku di waktu Ashar tadi. Akupun terkejut, bingung, gemetar dan tidak mampu berkata-kata.
Aku merasa beliau sudah tahu. Beliau mengulangi pertanyaannya dua kali. Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku. Kemudian beliau berkata:”Demi Allah, sesungguhnya aku tadi mendengarmu memanggilku, sementara aku dalam keadaan sujud kedua pada akhir shalat Ashar, seakan-akan engkau berada dalam sebuah musibah. Engkau memanggil-manggilku dengan teriakan yang menyayat-nyayat hatiku. Aku mendengar suaramu dan aku tidak bisa menguasai diriku hingga aku berdo’a untukmu dengan sekeras-kerasnya sementara manuisa mendengar do’aku.
Tiba-tiba, aku merasa seakan-akan ada seseorang yang menuangkan air dingin di atasku. Setelah shalat, aku segera keluar dari masjid dan menghubungimu. Segala puji bagi Allah, aku merasa tenang bagitu mendengar suaramu. Akan tetapi wahai anakku, engkau teledor terhadap shalat. Engkau menyangka bahwa dunia akan kekal bagimu, dan engkau tidak mengetahui bahwa Rabbmu berkuasa merubah keadaanmu dalam beberapa detik. Ini adalah sebagian dari kekuasaan Allah yang Dia perbuat terhadapmu.
Akan tetapi Rabb kita telah menetapkan umur baru bagimu. Saat itulah aku tahu bahwa yang menyelamatkan aku dari peristiwa tersebut adalah karena Rahmat Allah Ta’ala kemudian karena do’a ayah untukku. Ini adalah sentuhan lembut dari sentuhan-sentuhan kematian. Allah Ta’ala ingin memperlihatkan kepada kita bahwa betapapun kuta dan perkasanya manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah di hadapan keperkasaan dan keagungan Allah Ta’ala.
Maka semenjak hari itu, shalat tidak pernah luput dari pikiranku. Alhamdulillah. Wahai para pemuda, wajib atas kalian taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua.
Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, terimalah taubat kami dan taubat mereka dan rahmatilah mereka dengan rahmat-Mu.
Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan sekali-kali mengabaikan kewajiban ibadah kita walaupun kelihatannya sepele.
Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah.
Pemilik kisah ini berkata:
Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak.
Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktuku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Tetapi meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku.
Inilah sekelumit dari kisah hidupku di masa lalu
Pada suatu hari, kami sekelompok pemuda bersepakat untuk pergi rekreasi ke laut. Kami berjumlah lima orang pemuda. Kami sampai di pagi hari, lalu membuat tenda di tepi pantai. Seperti biasanya kamipun menyembelih kambing dan makan siang. setelah makan siang, kamipun mempersiapkan diri turun ke laut untuk menyelam dengan tabung oksigen. sesuai aturan, wajib ada satu orang yang tetap tinggal di luar, di sisi kemah, hingga dia bisa bertindak pada saat para penyelam itu terlambat datang pada waktu yang telah ditentukan.
Akupun duduk, dikarenakan aku lemah dalam penyelaman. Aku duduk seorang diri di dalam kemah, sementara disamping kami juga terdapat sekelompok pemuda yang lain. Saat datang waktu shalat, salah seorang diantara mereka mengumandangkan adzan, kemudian mereka mulai menyiapkan shalat. Aku terpaksa masuk ke dalam laut untuk berenang agar terhindar dari kesulitan yang akan menimpaku jika aku tidak shalat bersama mereka. Karena kebiasaan kaum muslimin di sini adalah sangat menaruh perhatian terhadap shalat berjamaah dengan perhatian yang sangat besar, hingga menjadi aib bagi kami jika seseorang shalat fardhu sendirian.
Aku sangat mahir dalam berenang. Aku berenang hingga merasa kelelahan sementara aku berada di daerah yang dalam. AKu memutuskan untuk tidur diatas punggungku dan membiarkan tubuhku hingga bisa mengapung di atas air. Dan itulah yang terjadi. Secara tiba-tiba, seakan-akan ada orang yang menarikku ke bawah… aku berusaha untuk naik…..aku berusaha untuk melawan….aku berusaha dengan seluruh cara yang aku ketahui, akan tetapi aku merasa orang yang tadi menarikku dari bawah menuju ke kedalaman laut seakan-akan sekarang berada di atasku dan menenggelamkan kepalaku ke bawah.
Aku berada dalam keadaan yang ditakuti oleh semua orang. Aku seorang diri, pada saat itu aku merasa lebih lemah daripada lalat. Nafaspun mulai tersendat, darah mulai tersumbat di kepala, aku mulai merasakan kematian! Tiba-tiba, aku tidak tahu mengapa…aku ingat kepada ayahku, saudara-saudaraku, kerabat-kerabat dan teman-temanku… hingga karyawan di toko pun aku mengingatnya. Setiap orang yang pernah lewat dalam kehidupanku terlintas dalam ingatanku…semuanya pada detik-detik yang terbatas…kemudian setelah itu, aku ingat diriku sendiri..!.!!
Mulailah aku bertanya kepada diriku sendiri…apa engkau shalat? Tidak. Apa engkau puasa? Tidak. Apa engkau telah berhaji? Tidak. Apa engkau bershadaqah? Tidak. Engkau sekarang di jalan menuju Rabbmu, engkau akan terbebas dan berpisah dari kehidupan dunia, berpisah dari teman-temanmu, maka bagaimana kamu akan menghadap Rabb-mu? Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku memanggilku dengan namaku dan berkata: “Bangun dan shalatlah.” Suara itupun terdengar di telingaku tiga kali. Kemudian terdengarlah suara beliau adzan. Aku merasa dia dekat dan akan menyelamatkanku. Hal ini menjadikanku berteriak menyerunya dengan memanggil namanya, sementara air masuk ke dalam mulutku.
Aku berteriak….berteriak…tapi tidak ada yang menjawab. Aku merasakan asinnya air di dalam tubuhku, mulailah nafas terputus-putus. Aku yakin akan mati, aku berusaha untuk mengucapkan syahadat….kuucapkan Asyhadu…Asyhadu…aku tidak mampu untuk menyempurnakannya, seakan-akan ada tangan yang memegang tenggorokanku dan menghalangiku dari mengucapkannya. Aku merasa bahwa nyawaku sudah dalam perjalanan keluar dari tubuhku.
Akupun berhenti bergerak…inilah akhir dari ingatanku. Aku terbangun sementara kau berada di dalam kemah…dan di sisiku ada seorang tentara dari Khafar al Sawakhil (penjaga garis batas laut), dan bersamanya para pemuda yang tadi mempersiapkan diri untuk shalat.
Saat aku terbangun, tentara itu berkata:”Segala puji bagi Allah atas keselamatan ini.” Kemudian dia langsung beranjak pergi dari tempat kami. Aku pun bertanya kepada para pemuda tentang tentara tersebut. Apakah kalian mengenalnya? Mereka tidak mengetahuinya, dia datang secara tiba-tiba ke tepi pantai dan mengeluarkanmu dari laut, kemudian segera pergi sebagaimana engkau lihat, kata mereka.
Akupun bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian melihatku di air?” Mereka menjawab,”Sementara kami di tepi pantai, kami tidak melihatmu di laut, dan kami tidak merasakan kehadiranmu, kami tidak merasakannya hingga saat tentara tersebut hadir dan mengeluarkanmu dari laut.” Perlu diketahui bahwa jarak terdekat denga Markas Penjaga Garis Laut adalah sekitar 20 Km dari kemah kami, sementara jalannya pun jalan darat, yaitu membutuhkan sekitar 20 menit hingga sampai di tempat kami sementara peristiwa tenggelam tadi berlangsung dalam beberapa menit.
Para pemuda itu bersumpah bahwa mereka tidak melihatku. Maka bagaimana tentara tersebut melihatku? Demi Rabb yang telah menciptakanku, hingga hari ini aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai kepadaku. seluruh peristiwa ini terjadi saat teman-temanku berada dalam penyelaman di laut. Ketika aku bersama para pemuda yang menengokku di dalam kemah, HP-ku berdering. segera HP kuangkat, ternyata ayah yang menelepon. Akupun merasa bingung, karena sesaat sebelumnya aku mendengar suaranya ketika aku di kedalaman, dan sekarang dia menelepon?
Aku menjawab….beliau menanyai keadaanku, apakah aku dalam keadaan baik? Beliau mengulang-ulangnya, berkali-kali. Tentu saja aku tidak mengabarkan kepada beliau, supaya tidak cemas. Setelah pembicaraan selesai aku merasa sangat ingin shalat. Maka aku berdiri dan shalat dua rakaat, yang selama hidupku belum pernah aku lakukan. Dua rakaat itu aku habiskan selama dua jam. Dua rakaat yang kulakukan dari hati yang jujur dan banyak menangis di dalamnya.
Aku menunggu kawan-kawanku hingga mereka kembali dari petualangan. Aku meminta izin pulang duluan. Akupun sampai di rumah dan ayahku ada di sana. Pertama kali aku membuka pintu, beliau sudah ada di hadapanku dan berkata: “Kemari, aku merindukanmu!” Akupun mengikutinya, kemudian beliau bersumpah kepadaku dengan nama Allah agar aku mengatakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi padaku di waktu Ashar tadi. Akupun terkejut, bingung, gemetar dan tidak mampu berkata-kata.
Aku merasa beliau sudah tahu. Beliau mengulangi pertanyaannya dua kali. Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku. Kemudian beliau berkata:”Demi Allah, sesungguhnya aku tadi mendengarmu memanggilku, sementara aku dalam keadaan sujud kedua pada akhir shalat Ashar, seakan-akan engkau berada dalam sebuah musibah. Engkau memanggil-manggilku dengan teriakan yang menyayat-nyayat hatiku. Aku mendengar suaramu dan aku tidak bisa menguasai diriku hingga aku berdo’a untukmu dengan sekeras-kerasnya sementara manuisa mendengar do’aku.
Tiba-tiba, aku merasa seakan-akan ada seseorang yang menuangkan air dingin di atasku. Setelah shalat, aku segera keluar dari masjid dan menghubungimu. Segala puji bagi Allah, aku merasa tenang bagitu mendengar suaramu. Akan tetapi wahai anakku, engkau teledor terhadap shalat. Engkau menyangka bahwa dunia akan kekal bagimu, dan engkau tidak mengetahui bahwa Rabbmu berkuasa merubah keadaanmu dalam beberapa detik. Ini adalah sebagian dari kekuasaan Allah yang Dia perbuat terhadapmu.
Akan tetapi Rabb kita telah menetapkan umur baru bagimu. Saat itulah aku tahu bahwa yang menyelamatkan aku dari peristiwa tersebut adalah karena Rahmat Allah Ta’ala kemudian karena do’a ayah untukku. Ini adalah sentuhan lembut dari sentuhan-sentuhan kematian. Allah Ta’ala ingin memperlihatkan kepada kita bahwa betapapun kuta dan perkasanya manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah di hadapan keperkasaan dan keagungan Allah Ta’ala.
Maka semenjak hari itu, shalat tidak pernah luput dari pikiranku. Alhamdulillah. Wahai para pemuda, wajib atas kalian taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua.
Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, terimalah taubat kami dan taubat mereka dan rahmatilah mereka dengan rahmat-Mu.
Langganan:
Postingan (Atom)








