Minggu, 21 April 2013

0 Mau Operasi Langsing, Jangan Hamil, Ya!




caffe-in, pinang : Kebanyakan orang yang obesitas mengambil jalan pintas dengan operasi untuk menurunkan berat badannya. Tidak sedikit pula yang tidak terlalu gemuk menginginkan operasi tersebut. Kabar baiknya, operasi itu lebih membantu mereka yang tidak terlalu gemuk.

Berdasarkan pedoman yang baru dirilis tiga kelompok ahli medis Amerika Serikat, orang-orang yang sedikit gemuk bisa jadi kandidat operasi penurunan berat badan. Kelompok tersebut merekomendasikan bahwa kelayakan operasi penurunan berat badan akan diperluas mencakup mereka yang sedikit gemuk, agak gemuk, dan kegemukan.

Mereka ini juga menderita diabetes atau sindroma metabolik (sekelompok kondisi yang diderita akibat obesitas atau kegemukan seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterol). Berdasarkan aturan baru, pasien yang memenuhi syarat akan memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30-34,9.

Menurut pedoman, belum ada cukup bukti saat ini yang merekomendasikan operasi penurunan berat badan hanya untuk mengontrol gula darah saja, menurunkan lemak saja atau mengurangi risiko penyakit jantung saja serta kriteria IMT yang bebas.

The American Society for Metabolic and Bariatric Surgery, the American Association of Clinical Endocrinologists and the Obesity Society mengeluarkan pedoman yang diterbitkan dalam edisi terbaru dari jurnal Surgery for Obesity and Related Diseases, Endocrine Practice and Obesity.

Berikut di antara 74 rekomendasi dalam pedoman:

1. Gastrectomy atau operasi pengangkatan sebagian atau seluruh lambung sudah bisa dijalankan karena sudah terbukti.

2. Pasien wanita tidak boleh hamil sebelum operasi penurunan berat badan dan 12 sampai 18 bulan setelah operasi.

3. Dokter beserta tim yang hendak mengoperasi pasien harus memberi perhatian khususnya pada masalah gizi dan metabolik.
4. Rekomendasi lain meliputi skrining pasien dan seleksi. Dua hal ini dilakukan untuk menentukan tipe terbaik operasi penurunan berat badan serta untuk menentukan kriteria apakah pasien bisa diterima kembali di rumah sakit setelah operasi.

"Bariatric (cabang kedokteran yang berhubungan dengan studi dan pengobatan obesitas) atau operasi metabolis adalah salah satu intervensi bedah yang paling banyak dipelajari dalam bidang kedokteran. Semakin banyaknya bukti berkelanjutan yang menunjukkan bahwa prosedur pengobatan yang paling sukses dan tahan lama untuk obesitas dan beberapa penyakit terkait," kata Dr. Daniel Jones, anggota dari 12 orang yang mengembangkan pedoman dalam rilis berita dari American Society for Metabolic and Bariatric Surgery. Seperti dikutip dari Health, Sabtu (20/4/2013). Liputan6.com, New York

0 komentar:

Posting Komentar

 

orenjuzz Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates